Monday, March 16, 2009

Belajar Seperti Rumput

Terkadang kita suka meremehkan rumput yang kita injak. Jika kita ketahui, rumput tahan terhadap segala cuaca. Di saat musim hujan datang, rumput tumbuh dengan suburnya karena banyak memperoleh asupan air.

Dimana mata memandang, maka terlihatlah hamparan hijau segar saat tertiup angin, bergerak seirama musim basah berarak dengan riang. Pasrah dimakan ternak hingga ternak pun merasa kenyang.

Namun sebaliknya, walaupun rumput di kala musim panas meranggas. Tapi, kewajibannya untuk mencukupi gizi hewan dilakukan dengan senang hati. Meskipun berbeda, rumput pantang sekali meninggalkan sifatnya yaitu menghidupi hewan (beramal sesuai kemampuannya).

Begitulah, rumput akan tetap hidup pada segala musim, segersang apapun musim itu. Manusia hidup hendaklah belajar seperti rumput. Apalagi hidup sekarang serba mahal, sementara mencari uang sangat sulit. Maka, hematlah pengeluaran, berpikir kuat setiap belanja. Jika perlu tahan sedikit kemauan kita.

Namun, lain halnya dengan bunga. Bunga baru akan hidup bila ada fasilitas terbaik yang diberikan, di dalam vas bunga yang indah, air yang melimpah serta cuaca yang menunjang. Marilah kita ambil pelajaran dari keduanya. Wallahu’alam (AFR)

No comments: