Monday, May 25, 2009

Never Forget

I'll never forget you
I won't forget about you
I want to stay by your side forever
But I guess it can't be helped
Ah, I think I'm gonna cry

Here's a toast to the day we met
Did you know
my hair's grown longer since then?

Was it chance that we met?
Then is our parting also a stroke of luck?

The stars you see in Tokyo
And the stars back home
You taught me that they were the same

You'll never forget me
Don't forget about me
I want to stay by your side more
But it's time to depart
Ah, I think I'm gonna cry

Memory is such a simple thing
So even sadness can turn into a memory, too

We'll surely meet again
We'll surely laugh together
Our next meeting is inevitable

I WISH

A boring night
All by myself
Am I the only lonely one?

You sent me a silly e-mail
That made me laugh
For some reason, my tears won't stop
Ah, thank you

More than anyone else
I know myself best
I have to believe in myself more than anyone else

Life is wonderful
Meeting someone, falling in love
Ah, how wonderful, it's like a dream
You can laugh and cry about it

There are days when I'm scared
to talk to someone else
But I'll have courage and talk
About myself

Because we have clear days
We have rainy days too
Someday you'll understand it all!

Life is wonderful
It's always the same road
So let's find somethin else!
Let's make it a road where we'll run into
A wonderful person!

Because we have clear days
We have rainy days too
Someday you'll understand it all!

But I want to treasure my smile
For the person I love...

Sunday, May 24, 2009

Yakin Akan Datangnya Pertolongan Allah

''Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Sehingga, Allahlah yang harus memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS Al Angkabut [29]: 60).

Betulkah ekonomi yang tak menentu sekarang ini yang menyebabkan 'penyakit' panik sangat mudah menyerang bangsa kita? Barangkali tidak, jika kita menyelam ke inti persoalannya, bahwa bukan semata-mata krisis ekonomi, melainkan kita umumnya tidak memiliki keyakinan. Karena tidak optimistis, kita menjadi gamang, marah, takut, dan khawatir yang berlebihan. Selanjutnya, tidak adanya keyakinan itu kadang mendorong kita nekat bertindak yang tak terhormat.

Tanpa keyakinan, manusia tak bisa hidup. Akan terus diselimuti keragu-raguan yang mematikan. Keraguan itu menjadi sebab dari ketidaktenangan hidup dan perasaan tidak aman. Maka, kita harus yakin bahwa kita hidup di dunia ini bukan kemauan kita sendiri. Bukan karena kemauan orang tua. Juga tidak atas usulan siapa pun juga. Kita lahir dan hidup di dunia ini karena kehendak Allah.

Karena lahir dan hidup atas kehendak-Nya, maka Dialah yang akan mengurus kita. Jika Allah telah menciptakan kita, maka Dia tentu yang memelihara kita. Keyakinan ini harus ditanamkan pada diri kita, agar tidak takut menghadapi kesulitan hidup. Bukankah kehidupan itu sendiri merupakan bagian dari ciptaan Allah?

Bagaimanapun hebatnya krisis, tak perlu takut dan khawatir kekurangan rezeki Allah. Yang menjamin rezeki kita selama ini bukan manusia atau negara. Melainkan Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kepada-Nya kita meminta dan mohon bantuan serta perlindungan-Nya. Jika suatu persoalan diselesaikan dengan emosi, hasilnya pasti merugikan masyarakat dan diri sendiri. Bila kini kita diuji dengan krisis ekonomi, maka dengan modal keyakinan kita gerakkan seluruh potensi yang kita miliki untuk mengatasinya.

Memang diperlukan sedikit kesabaran, di samping kerja keras dari semua komponen di negeri ini. Jaga kesatuan dan persatuan, dengan itu kita bisa maju. Sebaliknya, jika kita terpecah dan saling menyalahkan kehancuran akan datang. ''Bersatu (jamaah) akan mendapatkan rahmat, dan berpecah belah mendapatkan bencana (azab).'' (HR Ahmad). Dan, siapa yang akan menyanggah janji Allah bahwa dia menjamin akan mengangkat setiap problem kita? ''Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.'' (QS Al Insyirah [94]: 5-6).

Ayat tersebut diulang sampai dua kali secara berturut-turut, yang maksudnya untuk menyakinkan kita bahwa bersama kesulitan itu ada solusi yang terbaik. Masihkan kita tidak yakin, masihkan kita gamang melihat hidup?



(A Zaenal Muttaqien )
Republika